Cloud Warehouse

Nama Mata Kuliah      : Data Warehouse

Nama Dosen               : I Putu Agus Eka Pratama

Prodi                           : Teknologi Informasi

Fakultas                      : Teknik

Universitas Udayana

 

Cloud Data Warehouse

 

1.                    Apa itu cloud computing?

Jika dibedah secara kata per kata, Cloud Computing berasal dari 2 kata. Yaitu Cloud yang artinya awan, dan Computing adalah komputer atau komputasi. Secara bahasa jika disatukan, cloud computing artinya komputasi awan (maksudnya yaitu komputer yang dapat dikendalikan dari jauh). Dari sini dapat disimpulkan bahwa cloud computing adalah modul komputasi yang dilakukan di dalam jaringan komputer. 

Cloud computing menawarkan 4 model deployment, yaitu private (tertutup atau tidak bisa diakses siapa saja), public (terbuka atau dapat diakses oleh siapa saja), hybrid (perpaduan antara private dan public), dan community (model yang diperuntuhkan untuk komunitas). 

Selain itu, cloud computing memiliki 3 jenis layanan, yaitu IAAS, PAAS, SAAS. Berikut adalah penjelasan dari ketiga layanan tersebut

a.                    IAAS (Infrastructure As A Service)

IaaS (Infrastructure as a Service) adalah jenis model layanan Cloud yang pada dasarnya merupakan server fisik dan virtual server. Para penyedia layanan IaaS menyediakan resource cloud seperti server, jaringan, storage dan ruang data center. IaaS merupakan layanan yang memungkinkan dapat menggunakan server tanpa perlu membeli komputer dan peralatannya secara fisik, melakukan pemeliharaan rutin, dan melakukan konfigurasi perangkat. IAAS memiliki ciri-ciri sebagai berikut

·                         Sumber daya tersedia sebagai layanan

·                         Biaya bervariasi tergantung konsumsi

·                         Layanan sangat skalabel

·                         Banyak pengguna di satu perangkat

·                         Organisasi tetap memegang kendali penuh atas infrastruktur

·                         Dinamis dan fleksibel

Contoh populer IaaS adalah Digital Ocean , Linode , Rackspace , Amazon Web Services (AWS) , Cisco Metacloud , Microsoft Azure , dan Google Compute Engine (GCE).

 

b.                    PAAS (Platform As A Service)

PAAS adalah layanan Cloud yang disediakan dalam bentuk platform dan dapat dimanfaatkan pengguna untuk membuat aplikasi di atasnya. PaaS memberikan framework bagi developer yang dapat mereka bangun dan gunakan untuk membuat aplikasi yang telah disesuaikan. PAAS memiliki karakteristik sebagai berikut

·                         Dibangun di atas teknologi virtualisasi, sehingga sumber daya dapat dengan mudah ditingkatkan atau diturunkan seiring perubahan bisnis kamu

·                         Menyediakan berbagai layanan untuk membantu pengembangan, pengujian, dan penyebaran aplikasi

·                         Dapat diakses oleh banyak pengguna melalui aplikasi pengembangan yang sama

·                         Mengintegrasikan layanan web dan basis data

Contoh Saas yaitu Amazon Web Service, Windows Azure, Heroku, Force.com, Google App Engine, Apache Stratos, OpenShift, dll.

 

c.                    SAAS (Software As A Service)

SAAS adalah Perangkat Lunak yang dijadikan sebagai layanan yang bersifat online, Saas juga disebut sebagai layanan aplikasi cloud. Saas memanfaatkan internet untuk menjalankan aplikasi yang dikelola oleh vendor pihak ketiga. SAAS memiliki karakteristik sebagai berikut.

·                         Dikelola dari jauh

·                         Di-host di server yang jauh

·                         Dapat diakses melalui internet

·                         Pengguna layanan tidak bertanggung jawab atas pembaruan perangkat keras atau perangkat lunak.

Contoh SaaS yang populera adalah Google G Suite (Appsi), Dropbox , Salesforce , Cisco WebEx , SAP Concur ,Office 365, dan Adobe Creative Cloud. dan dll.

 

2.                       Cloud Warehouse

Dari namanya, Cloud Warehouse merupakan penggabungan dari teknologi Cloud Computing dan Data Warehouse untuk menciptakan Data Warehouse yang bisa dikendalikan dari mana saja. Secara umum, Model Deployment yang digunakan pada Cloud Data Warehouse hampir sama dengan Cloud Computing, yaitu Private, Public, Hybrid, dan Community. Tetapi untuk jenis layanan yang digunakan oleh Cloud Data Warehouse adalah IAAS (Infrastructure As A Service). Ini dikarenakan Data Warehouse sendiri merupakan teknologi, bukan aplikasi. Sehingga IAAS merupakan jenis layanan yang lebih tepat untuk cloud data warehouse dibandingkan PAAS atau SAAS yang diperuntuhkan hanya untuk membuat aplikasi. Sesuai cloud  itu  sendiri,  maka  cloud  warehousing  tersusun  atas sejumlah node dan dengan virtualisasi di dalamnya.

Apa keuntungan dari adanya cloud data warehouse? Sama seperti Cloud Computing, cloud data warehouse menawarkan keamanan, kehandalan, dan kemudahan.

 

3.                    Arsitektur Cloud Warehouse

a.                    Shared Nothing Architecture Cloud Warehousing.

Data Warehouse dan Cloud Computing, di mana masing – masing node memiliki memori, prosesor, dan media penyimpanan sendiri. Pilihan ini bersifat scalable, yaitu dapat disesuaikan  dengan  lingkup enterprise yang menggunakannya.

 

b.                    Share Disk Archutecture Cloud Warehousing.

Penggunaan  bersama  DBMS  yang  digunakan  pada  Data  Warehouse, storage/disk, di mana setiap node telah memiliki procesor dan memori sendiri. Pilihan ini bersifat lebih kompleks dibandingkan pilihan 1.

 

c.                    Shared memory architecture cloud warehousing.

Setiap node memiliki processor sendiri, namun berbagi memori bersama (shared memory). Pilihan ini perlu mempertimbangkan adanya latency di dalam jaringan dan komunikasi data.

 

4.                    Tantangan dan Kendala

Dalam teknologi cloud data warehouse, memang ada tantangan dan kendalanya sendiri. Semua teknologi juga memiliki hal seperti itu. Diantaranya Sumber daya komputasi yang digunakan, kemampuan/dukungan sistem, besar ruangan penyimpanan, dan sisi keamanan (sistem, jaringan, pengguna, policy, QoS). Kendala dan tantangan ini harus dapat diperhatikan oleh para developer agar Data Warehouse yang disimpan tidak mengalami kendala tersebut.

 

DAFTAR PUSTAKA

[1]                   I Putu Agus Eka Pratama. Handbook Data Warehouse. Penerbit Informatika. Bandung. 2017

[2]                   https://www.jagoanhosting.com/blog/mengenal-saas-paas-dan-iaas/

 

Komentar